Meskipun preferensi konsumen kuat terhadap model diesel di Australia, Ineos Automotive menegaskan akan terus menawarkan Grenadier versi bensin dan diesel. Keputusan perusahaan mencerminkan strategi yang berfokus pada memenuhi permintaan khusus, bukan hanya mengejar volume penjualan.
Pembagian Penjualan dan Filosofi Merek
Sejak diluncurkan di Australia pada tahun 2022, Grenadier telah tersedia dengan dua mesin 3.0 liter BMW inline-enam: diesel twin-turbo 183kW/550Nm dan bensin turbo 210kW/450Nm. Namun, versi diesel menyumbang 80% dari penjualan Station Wagon dan 90% dari penjualan kendaraan Quartermaster.
Menurut Justin Hocevar, bos lokal Ineos Automotive, varian bensin tetap aman. Ia menekankan komitmen perusahaan untuk melayani semua preferensi pelanggan, bahkan di segmen bervolume rendah. “Kami bukanlah merek komoditas besar yang merespons rendahnya serapan… dengan membuangnya dan berfokus pada pendekatan yang tidak terlalu banyak,” kata Hocevar. Hal ini berbeda dengan pabrikan mainstream yang sering menyederhanakan jajaran produk berdasarkan angka penjualan.
Konteks dan Posisi Pasar
Keberadaan Grenadier sendiri merupakan tantangan yang disengaja terhadap norma-norma industri. Konsep ini dibuat setelah Land Rover menolak menjual peralatan untuk Defender asli kepada Sir Jim Ratcliffe, yang mengarah pada penciptaan off-roader yang berdedikasi dan dibuat khusus. Pada akhir tahun 2024, lebih dari 3.000 Grenadier telah terjual di Australia, dengan rata-rata sekitar 1.000 unit per tahun.
Grenadier bersaing langsung dengan Toyota LandCruiser 70 Series (pemimpin pasar khusus diesel dengan 10.301 penjualan pada tahun 2023 ), Land Rover Defender modern (3.854 penjualan ), dan model Jeep Wrangler/Gladiator. Ineos telah melampaui penjualan Jeep, dengan gabungan Wrangler dan Gladiator dengan 765 penjualan pada tahun 2023.
Rencana Masa Depan: Elektrifikasi dan Kolaborasi
Fokus utama Ineos tetap pada Grenadier, namun perusahaan juga mengembangkan Fusilier – SUV listrik yang lebih kecil. Diskusi awal menunjukkan potensi kolaborasi dengan Chery untuk memanfaatkan platform iCar EV/EREV untuk proyek Fusilier. Hal ini menunjukkan Ineos secara aktif menjajaki strategi masa depan sambil mempertahankan komitmennya terhadap kendaraan off-road tradisional.
Singkatnya, keputusan Ineos Automotive untuk mempertahankan Grenadier berbahan bakar bensin mencerminkan pendekatan yang berpusat pada pelanggan dan kemauan untuk melayani pasar khusus, yang membedakannya dari pabrikan besar yang memprioritaskan efisiensi pasar massal. Strategi perusahaan yang lebih luas mencakup memperkuat jajaran produk off-road yang ada saat ini dan memperluas ke segmen listrik.






















