Xiaomi EV Melampaui 600.000 Pengiriman, Mengincar Pertumbuhan Lebih Lanjut

Divisi kendaraan listrik (EV) Xiaomi telah mencapai tonggak sejarah besar, melampaui 600.000 pengiriman kumulatif hanya dalam 22 bulan beroperasi. Pertumbuhan pesat ini menempatkan Xiaomi di antara pemain terkemuka di pasar kendaraan energi baru (NEV) yang kompetitif di Tiongkok, dengan rencana ekspansi yang ambisius di masa depan.

Pertumbuhan Penjualan yang Pesat dan Model Utama

Pada bulan Januari 2026 saja, Xiaomi melaporkan 39.002 pengiriman kendaraan, sebagian besar didorong oleh popularitas SUV YU7-nya. YU7 menyumbang sekitar 97% dari penjualan bulan itu dan menjadi model EV tunggal terlaris di Tiongkok berdasarkan volume ritel.

  • Kinerja 2025: Xiaomi EV melampaui ekspektasinya, mengirimkan lebih dari 410.000 kendaraan sepanjang tahun. Pada bulan Desember 2025 terjadi puncak lebih dari 50.000 pengiriman – total bulanan tertinggi sejak memasuki pasar kendaraan listrik.
  • Kesuksesan YU7: Diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, YU7 dengan cepat menjadi pendorong utama penjualan Xiaomi, melampaui 150.000 unit dalam waktu enam bulan. Performa ini jauh melampaui angka peluncuran awal sedan SU7.

Posisi Pasar dan Jajaran Produk

Xiaomi secara strategis memposisikan kendaraannya untuk bersaing langsung dengan merek-merek mapan. SUV YU7 menargetkan Model Y Tesla di segmen SUV ukuran menengah yang sangat kompetitif. Sementara itu, produksi sedan SU7 asli baru-baru ini berakhir, membuka jalan bagi model masa depan.

  • SUV YU7: Dirancang untuk menantang Tesla di pasar SUV ukuran menengah.
  • SU7 Sedan: Model EV pertama Xiaomi, kini dihentikan produksinya saat produksi berakhir.
  • Model Masa Depan: Xiaomi berencana meluncurkan setidaknya empat model baru pada tahun 2026, termasuk varian SU7 yang diperbarui dan tambahan SUV jarak jauh.

Pandangan Strategis dan Rencana Ekspansi

Pendiri Xiaomi Lei Jun telah menetapkan target yang berani yaitu 550.000 pengiriman kendaraan pada tahun 2026 – mewakili peningkatan sekitar 34% dibandingkan kinerja tahun 2025. Sasaran ini menyoroti komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi dan mendiversifikasi lini produknya.

“Lintasan pertumbuhan Xiaomi EV menunjukkan kemampuannya untuk bersaing secara efektif di pasar yang berkembang pesat.”

Analis industri berpendapat bahwa pasar ekspor, khususnya Uni Eropa, bisa menjadi langkah Xiaomi berikutnya, dengan upaya validasi yang sedang dilakukan untuk potensi masuknya Xiaomi pada tahun 2027. Namun, rencana ekspor konkret untuk tahun 2026 masih dirahasiakan.

Kesimpulan: Pertumbuhan pesat Xiaomi di sektor kendaraan listrik didorong oleh model kompetitif, posisi strategis, dan tujuan ekspansi agresifnya. Perusahaan ini memiliki posisi yang baik untuk lebih mengganggu pasar NEV baik di dalam negeri maupun internasional.