Rogue Plug-In Hybrid baru dari Nissan bukanlah desain baru; ini adalah kasus sederhana dalam rekayasa lencana – pada dasarnya adalah Mitsubishi Outlander PHEV dengan merek Nissan. Langkah yang tidak biasa ini menyoroti kemitraan strategis dibandingkan inovasi independen. Keterlambatan pengenalan powertrain hybrid plug-in untuk Rogue generasi ketiga, setelah lima tahun memasuki siklus hidupnya, menggarisbawahi ketergantungan pada teknologi yang ada.
Powertrain dan Performa
Rogue 2026 mengusung powertrain Outlander PHEV: mesin bensin 2,4 liter yang dipadukan dengan motor listrik ganda (satu per gandar). Output gabungannya menyamai Mitsubishi pada 248 tenaga kuda dan torsi 332 pon-kaki. Baterai lithium-ion 20 kWh menghasilkan jangkauan listrik 38 mil, dengan pengisian penuh membutuhkan waktu 7,5 jam pada pengisi daya Level 2. Total jarak tempuh, termasuk bensin, adalah 420 mil – identik dengan Outlander PHEV.
Fitur dan Trim
Rogue Plug-In Hybrid hadir standar dengan penggerak semua roda dan tujuh kursi. Ia menawarkan tujuh mode berkendara: Normal, Power, Eco, Tarmac, Gravel, Snow, dan Mud. Level trim terbatas pada SL dan Platinum. Kedua trim tersebut dilengkapi layar sentuh sembilan inci, cluster instrumen digital 12,3 inci, jok depan berpemanas, roda kemudi berbalut kulit, dan empat port USB. platinum menambahkan layar head-up 10 inci, sistem suara bose sembilan speaker, jok kulit, pelindung matahari baris kedua, dan sunroof panoramik.
Posisi Pasar dan Harga
Harganya belum diumumkan, tetapi Mitsubishi Outlander PHEV mulai dari $42.675 (termasuk biaya tujuan). Nissan akan memamerkan Rogue Plug-In Hybrid 2026 di Los Angeles Auto Show sebelum dirilis awal tahun depan. Strategi rebadging ini memungkinkan Nissan memasuki pasar hybrid plug-in dengan cepat tanpa biaya pengembangan yang signifikan.
Rencana Masa Depan
Nissan mengonfirmasi bahwa produksi Rogue generasi keempat akan dimulai pada tahun fiskal Jepang 2026 (1 April 2026 – 31 Maret 2027). Rogue berikutnya akan menampilkan teknologi e-Power Nissan, di mana mesin pembakaran hanya berfungsi sebagai generator, bukan menggerakkan roda. Pengembangan model PHEV di masa depan—baik secara internal atau kolaborasi lain dengan Mitsubishi—masih belum jelas.
Nissan Rogue Plug-In Hybrid adalah solusi pragmatis untuk segera memasuki pasar, namun ketergantungannya pada teknologi Mitsubishi menimbulkan pertanyaan tentang inovasi jangka panjang. Rogue generasi keempat yang akan datang dengan e-Power menunjukkan pergeseran ke arah pengembangan yang lebih mandiri, meskipun kemungkinan kolaborasi lanjutan dengan Mitsubishi tetap terbuka.
