Hyundai mengalihkan fokusnya ke masa depan “kendaraan yang ditentukan perangkat lunak” dengan memperkenalkan Pleos Connect, sistem infotainment generasi berikutnya. Dengan memadukan kecerdasan buatan yang canggih dengan desain yang menghormati ergonomi pengemudi, Hyundai bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara antarmuka digital berteknologi tinggi dan kegunaan praktis di dunia nyata.
Menyeimbangkan Inovasi Digital dengan Kontrol Fisik
Salah satu tren paling signifikan dalam desain otomotif modern adalah peralihan ke interior “semua layar”. Namun, banyak pengemudi merasa bahwa memindahkan setiap fungsi ke layar sentuh dapat mengganggu dan merepotkan saat mengemudi. Hyundai tampaknya mengambil pendekatan yang lebih seimbang.
Meskipun inti dari sistem ini adalah layar sentuh besar yang berorientasi horizontal, Hyundai mempertahankan switchgear fisik. Antarmuka baru meliputi:
– Tombol khusus untuk volume dan penyetelan.
– Sakelar pengalih taktil untuk pengatur suhu.
– Kontrol gerakan, memungkinkan pengguna menutup atau memindahkan aplikasi menggunakan gerakan tiga jari.
Pendekatan hybrid ini menjawab kritik umum terhadap kendaraan listrik modern dan sedan berteknologi tinggi: hilangnya “memori otot” untuk tugas-tugas penting seperti mengatur suhu atau volume.
Pengalaman Visual Berlapis-lapis
Antarmuka Pleos Connect dirancang untuk mengatur data dalam jumlah besar tanpa membebani pengemudi. Pengaturan kokpit dilengkapi cluster pengukur digital ramping untuk data berkendara penting (kecepatan dan navigasi), sedangkan layar tengah dibagi menjadi tiga zona fungsional:
- Zona Berpusat pada Pengemudi: Bagian ini memberikan visualisasi 3D dengan detail tinggi di sekitar kendaraan—mirip dengan visualisasi bantuan pengemudi yang terlihat pada model Tesla—membantu pengemudi mempertahankan kesadaran situasional yang lebih baik.
- Multimedia & App Hub: Bagian serbaguna untuk navigasi, media, dan aplikasi pihak ketiga. Ini mendukung mode “Layar Tunggal” untuk streaming video dan mode “Layar Terpisah” untuk multitasking.
- Bilah Pintasan Statis: Bilah permanen yang berisi fungsi redundan dan pintasan akses cepat untuk memastikan alat penting hanya berjarak satu ketukan.
Untuk meningkatkan aksesibilitas, Hyundai juga menyederhanakan antarmuka navigasi. Dengan menggunakan grafik yang tidak terlalu rumit dan ikon yang lebih mudah dikenali, sistem ini bertujuan untuk menjadi intuitif bagi semua pengguna, terlepas dari keahlian teknis mereka.
Masukkan “Gleo”: Evolusi AI
“Kecerdasan” dalam sistem baru ini berasal dari Gleo, agen AI bawaan. Berbeda dengan perintah suara tradisional yang seringkali kaku dan terbatas, Gleo dirancang untuk berkembang.
- Fase 1: Penerapan awal akan berfokus pada utilitas inti, seperti penelusuran web, bantuan navigasi, dan penyesuaian setelan kendaraan.
- Tahap 2: Melalui pembaruan over-the-air (OTA), Gleo akan memperoleh kemampuan yang lebih canggih, yang pada akhirnya menawarkan layanan yang dipersonalisasi dan disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing pengemudi.
Pergerakan menuju AI yang mendukung OTA ini sangatlah penting; hal ini memungkinkan kendaraan menjadi lebih mampu seiring berjalannya waktu, daripada menjadi usang saat meninggalkan dealer.
Peluncuran dan Ketersediaan Global
Penerapan Pleos Connect akan mengikuti peluncuran global secara bertahap:
– Peluncuran Awal: Sedan Hyundai Grandeur di pasar Korea Selatan.
– Ekspansi Eropa: Hatchback Ioniq 3 yang akan datang.
– KITA. Pasar: Meskipun tanggal pastinya belum dikonfirmasi, diperkirakan akan tiba dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Hyundai telah menetapkan tujuan ambisius: mengintegrasikan Pleos Connect ke dalam 20 juta kendaraan di seluruh merek Hyundai, Kia, dan Genesis pada tahun 2030.
Kesimpulan
Dengan menggabungkan personalisasi berbasis AI dengan kontrol fisik yang penting, Hyundai berupaya menentukan jalan tengah dalam industri otomotif—sebuah industri di mana perangkat lunak mutakhir meningkatkan pengalaman berkendara tanpa mengorbankan kegunaan intuitif dan taktil.






















