Ford F-150 Lightning, versi listrik dari truk terlaris di Amerika, sedang ditarik kembali karena cacat yang dapat membuat pengemudi tidak dapat memberi sinyal saat mundur. Cacat produksi menyebabkan kelembapan masuk ke bilah lampu belakang, sehingga berpotensi menyebabkan lampu mundur mati sewaktu-waktu atau berhenti bekerja sama sekali.
Hal ini merupakan masalah keselamatan karena pengemudi di belakang truk mungkin tidak menyadari bahwa truk sedang mundur, sehingga meningkatkan risiko tabrakan, cedera serius, atau bahkan kematian. Ford telah mengeluarkan pemberitahuan penarikan kembali untuk mengetahui masalah ini, dan pemilik yang terkena dampak harus menghubungi dealer mereka untuk pemeriksaan dan perbaikan gratis.
Penarikan ini hanya berdampak pada dua kendaraan yang diproduksi antara tahun 2021 dan 2023. Pemilik dapat memeriksa apakah truk mereka terkena dampak dengan merujuk pada daftar Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) yang terlampir. Pemberitahuan penarikan asli juga tersedia untuk ditinjau.
Meskipun F-150 Lightning tidak dijual secara resmi di Australia oleh Ford, sebuah perusahaan lokal bernama AUSEV mengimpor dan mengubah truk tersebut menjadi kemudi kanan. AUSEV mendukung setiap kendaraan dengan garansi lima tahun tanpa batas kilometer dan dapat dihubungi di 1300 911 294 untuk mendapatkan bantuan.
Khususnya, Ford Australia belum mengonfirmasi apakah generasi berikutnya dari F-150 Lightning akan tersedia secara lokal, meskipun ada permintaan dari para peminatnya. Model yang ada saat ini mungkin akan digantikan oleh kendaraan listrik jarak jauh (EREV), namun hal ini masih belum pasti.
Penarikan kembali ini menyoroti pentingnya kontrol kualitas yang ketat dalam produksi kendaraan listrik. Bahkan cacat kecil, seperti intrusi kelembapan, dapat menimbulkan konsekuensi keselamatan yang serius. Produsen harus mengutamakan keandalan untuk menjamin kepercayaan konsumen dan menghindari kecelakaan yang dapat dicegah.






















