Bagi banyak pembeli SUV mewah, ketergantungan jangka panjang lebih penting daripada prestise atau gadget terbaru. Kemewahan sejati tidak terlihat di ruang pamer, tetapi bertahun-tahun kemudian, ketika kendaraan masih dapat dihidupkan dengan baik, mampu menempuh jarak tempuh yang tinggi tanpa masalah besar, dan menghindari tagihan perbaikan yang melumpuhkan. Artikel ini memberi peringkat pada SUV mewah paling andal berdasarkan generasi, berdasarkan skor keandalan iSeeCars, yang memprioritaskan hasil kepemilikan jangka panjang.
Keandalan sangat bervariasi antar desain ulang; reputasi suatu merek bukanlah jaminan. Merek Jepang—Lexus dan Acura—memimpin peringkat berkat teknik konservatif, namun beberapa model Eropa tidak sesuai harapan. Inilah SUV mewah yang mendapatkan reputasinya dengan susah payah: seiring berjalannya waktu.
Lexus Mendominasi: Pemimpin Keandalan
Lexus secara konsisten menduduki puncak tangga lagu. Fokus mereka pada teknologi yang telah terbukti dan komponen yang tahan lama membedakannya. Lexus LX 570 (2008–2021), yang dibangun di atas platform Toyota Land Cruiser, memperoleh skor keandalan 8,7/10. V8 yang disedot secara alami menghindari kerumitan turbocharging, dan pemilik melaporkan melebihi 200.000 mil dengan perawatan rutin. Meski konsumsi bahan bakarnya tinggi, LX 570 menjadi tolak ukur ketahanannya.
Lexus RX 450h (2016–2021) mencapai 8,6/10. Sistem hibridanya, yang disempurnakan selama beberapa dekade, sangat tahan lama, dan masalah kelistrikan jarang terjadi. V6 yang disedot secara alami mengurangi tekanan pada komponen, memastikan umur panjang.
Lexus GX 460 (2010–2023) mendapat skor 8,4/10. SUV tangguh ini menggandakan fundamentalnya: konstruksi body-on-frame, mesin V8, dan penggerak empat roda tradisional. Lebih sedikit sistem mutakhir berarti lebih sedikit kegagalan, menjadikannya pilihan yang dapat diandalkan bagi pembeli yang memprioritaskan ketahanan.
Pesaing Eropa: Generasi Terpilih Menonjol
SUV mewah Eropa umumnya tertinggal dibandingkan rival Jepang dalam hal keandalan, namun beberapa generasi memiliki performa yang baik. Volvo XC60 (2018–Sekarang) memperoleh 8,3/10 berkat peningkatan teknik dan kontrol kualitas. Meskipun model awal memiliki masalah perangkat lunak, tahun-tahun produksi berikutnya lebih dapat diandalkan.
Porsche Cayenne (2011–2017) mencapai 8,2/10. Generasi kedua ini mendapat manfaat dari peningkatan elektronik dan powertrain dibandingkan dengan generasi pertama yang bermasalah. Perawatan yang tepat sangatlah penting, namun hal ini memberikan kombinasi kinerja dan keandalan jangka panjang yang jarang terjadi.
Opsi Amerika dan Jerman: Keandalan Meningkat, Namun Trade-off Tetap Ada
Acura RDX (2019–Sekarang) mendapat skor 8,3/10, menyeimbangkan performa, teknologi, dan keandalan. Dibangun berdasarkan fondasi Honda, mesin turbochargednya terbukti tahan lama. Audi SQ5 (2018–2024) memperoleh 8,0/10, memadukan performa dan kepraktisan, meskipun biaya perawatannya lebih tinggi dibandingkan rivalnya di Jepang.
Infiniti QX60 (2014–2020) mendapat 7,9/10. Fokusnya pada kenyamanan dan keramahan kekeluargaan menghasilkan keandalan yang lebih baik dibandingkan banyak pesaing tiga baris. BMW X5 (2019–Sekarang) ditingkatkan menjadi 7,8/10, namun masih memerlukan perawatan yang cermat. Mercedes-Benz GLE (2020–Sekarang) melengkapi daftar dengan peringkat 7.7/10, memprioritaskan kenyamanan dan teknologi dibandingkan keandalan mutlak.
Kesimpulan
Memilih SUV mewah berdasarkan keandalan berarti memprioritaskan biaya kepemilikan jangka panjang dan meminimalkan potensi sakit kepala. Lexus mendominasi bidang ini, dengan model seperti LX 570, RX 450h, dan GX 460 menawarkan daya tahan luar biasa. Meskipun beberapa pesaing dari Eropa mengalami kemajuan, teknik Jepang tetap menjadi pilihan yang paling dapat diandalkan bagi pembeli barang mewah yang menghargai ketenangan pikiran dibandingkan prestise.






















