Iterasi terbaru dari Continental GT S Bentley memperkenalkan powertrain hybrid, yang secara signifikan meningkatkan tenaga sekaligus mempertahankan kemewahan dan kehalusan yang menjadi ciri khas merek tersebut. Langkah ini dilakukan ketika Bentley sedang menavigasi peralihan menuju elektrifikasi, namun tetap mempertahankan komitmen terhadap mesin pembakaran, setidaknya untuk saat ini. Pembaruan ini menempatkan GT S di antara model dasar Continental dan model Speed dan Supersports yang berperforma lebih tinggi, menawarkan perpaduan yang menarik antara tenaga dan efisiensi.
Peningkatan Daya Hibrid
Perubahan paling menonjol adalah integrasi mesin V8 hybrid, yang menghasilkan 670 tenaga kuda dan torsi 686 lb-ft. Ini mewakili peningkatan substansial sebesar 128 hp dan 118 lb-ft dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara mesin W12 yang ikonik telah dihentikan, Bentley menegaskan bahwa pengaturan hybrid baru ini melampaui performa pendahulunya. Sistem hybrid juga memungkinkan berkendara serba listrik hingga 30 mil, memberikan pengalaman senyap dan bebas emisi bila diinginkan.
Dinamika yang Ditingkatkan
Selain peningkatan mesin, GT S mendapat manfaat dari beberapa fitur peningkat performa. Ini termasuk kemudi roda belakang dan diferensial selip terbatas elektronik, yang dipinjam dari model Speed. Sistem anti-roll aktif 48 volt dan kontrol stabilitas elektronik terbaru semakin menyempurnakan pengalaman berkendara. Peningkatan ini berkontribusi pada waktu 0-100 km/jam yang lebih cepat hanya 3,5 detik, setengah detik lebih cepat dibandingkan model sebelumnya. Meskipun tenaga meningkat, kecepatan tertinggi tetap pada 190 mph.
Desain dan Penyempurnaan Interior
Bentley secara halus merevisi desain GT S untuk membedakannya dari model Continental lainnya. Aksen eksterior digelapkan, dengan lampu depan dan lampu belakang berwarna serta lapisan knalpot berwarna gelap. Velg standar dua warna juga dapat ditingkatkan menjadi warna hitam pekat. Di dalam, GT S dilengkapi pelapis dua warna unik yang tidak tersedia pada trim lain, bersama dengan trim piano-hitam dan aksen krom opsional berwarna gelap.
Tren Penjualan dan Konteks Pasar
Keputusan Bentley untuk terus menawarkan opsi mesin pembakaran, bahkan dalam bentuk hybrid, merupakan hal yang penting mengingat komitmen sebelumnya terhadap jajaran produk listrik sepenuhnya pada akhir dekade ini. Pergeseran ini kemungkinan besar mencerminkan permintaan konsumen dan kondisi pasar. Namun, penjualan perusahaan mengalami penurunan: Bentley terjual 10.100 unit pada tahun 2025, turun 4,8% dari tahun sebelumnya, menyusul penurunan sebesar 21,5% pada tahun 2024. Sementara itu, Lamborghini, dengan struktur kepemilikan yang sama, terus mengungguli Bentley dalam volume penjualan.
Dukungan berkelanjutan Bentley terhadap mesin pembakaran, bahkan melalui mesin hibrida, merupakan langkah strategis untuk memuaskan pelanggan yang sudah ada sekaligus beradaptasi dengan lanskap otomotif yang terus berkembang. Angka penjualan perusahaan menggarisbawahi pentingnya memenuhi beragam preferensi di pasar barang mewah yang kompetitif.






















