Produsen mobil asal Tiongkok, GAC, telah mengumumkan rencana agresifnya untuk menjadi salah satu dari sepuluh merek mobil terlaris di Australia dalam tujuh tahun ke depan. Perusahaan, yang memasuki pasar Australia pada akhir tahun 2023 dengan jajaran kendaraan berbahan bakar bensin, hibrida, dan listrik, bermaksud untuk memperluas jangkauannya menjadi sepuluh model dan membangun jaringan 100 dealer di seluruh negeri pada tahun 2030.
Strategi Ekspansi Cepat
Jajaran produk GAC saat ini mencakup SUV Emzoom, model listrik Aion V dan UT, serta mobil penggerak manusia M8. CEO perusahaan, Kevin Shu, menyatakan bahwa mencapai posisi sepuluh besar tidak hanya layak dilakukan tetapi juga berpotensi dicapai dalam dua tahun ke depan.
Saat ini beroperasi di 30 lokasi, GAC menyadari bahwa mereka perlu berkembang pesat untuk bersaing dengan merek-merek mapan. Untuk masuk ke sepuluh besar, perusahaan memperkirakan harus mencapai penjualan setidaknya 40.000 kendaraan setiap tahunnya, angka tersebut berdasarkan data pasar tahun 2025.
Berfokus pada Segmen Utama
Strategi GAC bertumpu pada dua pilar utama: rangkaian produk yang disesuaikan dengan preferensi Australia dan cakupan dealer yang luas. Perusahaan berencana untuk fokus pada SUV dan truk pikap, yang keduanya menguasai 80% pasar mobil Australia.
“Segmennya sangat jelas: SUV menguasai lebih dari 60 persen, pikap 20 persen, dan sisanya untuk mobil penumpang dan angkutan orang. Segmen ini 100 persen terkait dengan strategi produk GAC,” jelas Shu. Perusahaan akan menawarkan berbagai pilihan powertrain—termasuk bensin, hibrida, dan listrik—untuk memenuhi beragam permintaan konsumen.
Persaingan dan Konteks
GAC memasuki pasar yang kompetitif di mana merek Tiongkok lainnya juga membuat terobosan signifikan. Great Wall Motor (GWM), BYD, MG, dan Chery telah menetapkan tujuan ambisius untuk diri mereka sendiri. GWM merupakan merek terlaris ketujuh di Australia tahun lalu, disusul oleh BYD, MG, dan Chery.
Keberhasilan merek-merek ini menunjukkan bahwa produsen mobil Tiongkok dapat merebut pangsa pasar di Australia. GAC mendapat manfaat dari dukungan perusahaan induknya, Guangzhou Automobile Group, yang memproduksi lebih dari dua juta kendaraan setiap tahunnya.
Tren produsen mobil Tiongkok yang secara agresif mengejar pangsa pasar mengubah lanskap otomotif Australia. Persaingan ini mendorong inovasi dan berpotensi menurunkan harga bagi konsumen, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang dan loyalitas merek di pasar yang biasanya didominasi oleh pabrikan Jepang, Korea, dan Eropa.
Kemampuan GAC untuk melaksanakan rencana ekspansinya akan bergantung pada perolehan mitra dealer yang dapat diandalkan dan mempertahankan layanan pelanggan tingkat tinggi. Kesuksesan perusahaan ini akan menjadi ujian utama bagi ambisinya di pasar Australia.
